UJI KUALITAS TANAH LIAT MERAH (EARTHENWARE) BEBERAPA DAERAH DI BALI SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN KERAMIK

Erna Risdiana, Komang Wisya Swadarma, Ahyati
PS Pendidikan Kimia, IKIP Negeri Singaraja, Singaraja

ABSTRAK
Bali, khususnya Buleleng mempunyai daerah-daerah penghasil tanah liat yang berpotensi sebagai bahan dasar pembuatan keramik. Namun demikian, keramik yang dihasilkan memiliki kualitas yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh kandungan tanah liat yang berbeda pada masing-masing daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kualitas tanah liat merah (earthenware) sebagai bahan dasar pembuatan keramik yang berasal dari Desa Tukad Mungga, Banyuning, dan Sambangan, (2) kualitas hasil campuran antara tanah liat merah (earthenware) yang berasal dari Desa Banyuning, Tukad Mungga, dan Sambangan sebagai bahan dasar pembuatan keramik. Populasi penelitian ini adalah tanah liat merah (earthenware) yang ada di tiga Desa yaitu, Tukad Mungga, Banyuning, dan Sambangan, sedangkan pengambilan sampel dilakukan secara random di ketiga Desa tersebut. Metode penelitian ini adalah eksperimen untuk mengetahui kualitas tanah liat merah (earthenware) sebagai bahan dasar keramik yang meliputi pengukuran sifat-sifat fisika tanah liat yaitu plastisitas, susut kering, susut bakar, dan porositas. Data tentang kualitas tanah liat dikumpulkan dari hasil masing-masing pengukuran dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif untuk mengetahui kualitas tanah liat sebagai bahan dasar keramik. Hasil penelitian menunjukkan (1) tanah liat yang memiliki urutan kualitas paling baik, baik, dan kurang baik sebagai bahan dasar keramik adalah tanah liat yang berasal dari Desa Tukad Mungga, Banyuning, dan Sambangan, (2) komposisi tanah liat terbaik dari campuran ketiga tanah liat yang berasal dari Banyuning, Tukad Mungga, dan Sambangan adalah komposisi antara Sambangan 50% dan Tukad Mungga 50%.

Kata kunci: Uji kualitas, tanah liat merah, bahan dasar keramik.
Download Full Paper

0 komentar:

Poskan Komentar