METODE PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK BAGI IBU RUMAH TANGGA DI PERMUKIMAN SUB-URBAN (Studi Kasus : Desa Bojongkacor Kelurahan Cibeunying Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung)

Tri Yunia M., Rakhmita Akhsayanty, R. Maya Sarah G.K., Dewi Lestariyani A.
Program Studi Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung

ABSTRAK
Meningkatnya volume sampah di Bandung telah menimbulkan masalah yang kompleks dalam pengelolaannya. Untuk itu dibutuhkan strategi yang efektif untuk mereduksi volume sampah sejak dari sumbernya, terutama sampah domestik, di mana ibu rumah tangga berperan penting di dalamnya. Bagaimana ibu rumah tangga mengelola sampah dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan kesadarannya. Untuk itu dibutuhkan sebuah metode pelatihan yang mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut. Selama ini belum ada metode pelatihan yang baku dan sesuai dengan potensi dan kebutuhan ibu rumah tangga. Penelitian ini merekomendasikan sebuah metode pelatihan pengelolaan sampah bagi ibu rumah tangga yang disesuaikan dengan modalitas belajar dan tingkat pengetahuannya. Dalam mengidentifikasi faktor-faktor tersebut dilakukan survei dan pengambilan sampel yang dilakukan dengan metode ’simple cluster random sampling’ pada daerah sub-urban, sebagai studi kasus yaitu Desa Bojongkacor RW 22 Kelurahan Cibeunying Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Metode pelatihan yang dihasilkan dalam penelitian ini sesuai dengan modalitas belajar dominan ibu rumah tangga, yaitu visual dan kinestetik. Materi pelatihan yang diberikan ditekankan pada aspek-aspek yang mampu meningkatkan pemahaman persampahan dan pengelolaannya serta aplikatif dilakukan dalam skala rumah tangga. Selain itu, untuk mencapai kualitas ’output’ yang berkesinambungan, diperhatikan pula prakondisi seperti penyelenggaraan lomba kebersihan. Penetapan materi sederhana yang aplikatif serta metode yang mendukung modalitas belajar visual dan kinestetik dalam metode pelatihan yang telah dibuat diprediksi akan memberikan hasil yang lebih efektif.

Kata kunci : sampah domestik, ibu rumah tangga, modalitas belajar, tingkatpengetahuan, metode pelatihan.

0 komentar:

Poskan Komentar