Tampilkan postingan dengan label korosi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label korosi. Tampilkan semua postingan

PERILAKU MATERIAL AMORF GELAS METALIK BINER DAN TERSIER BERBASIS ZIRKONIUM TERHADAP LAJU KOROSI

M. Mukhlas Roziqin, Indah Tri Wahyuni
Jurusan Fisika, Universitas Airlangga, Surabaya

ABSTRAK
Penelitian untuk menentukan nilai laju korosi material amorf gelas metalik berbasis zirkonium dilakukan dengan mempelajari perilaku korosinya dalam lingkungan HNO3 dan pengaruh jenis elemen pemandu terhadap nilai laju korosinya. Bahan yang digunakan adalah material amorf gelas metalik dua, tiga dan empat komponen seperti ZrCu, ZrNi, ZrNiAl, dan ZrCuNiAl yang berupa potongan-potongan berbentuk silinder pipih dengan diameter 13mm dan tebal 2mm. Digunakan potensiostat PGS-201T untuk menguji laju korosi material amorf gelas metalik berbasis zirkonium ini. Dengan demikian didapatkan kurva potensial lawan log intensitas arus. Dari kurva tersebut nilai arus korosi dapat diketahui sehingga nilai laju korosinya juga dapat ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paduan logam ZrNi lebih tahan terhadap serangan korosi jika dibandingkan dengan paduan yang lain.

Kata kunci: Laju korosi, material amorf, zirkonium, potensiostat

UJI KETAHANAN KOROSI TEMPERATUR TINGGI (550OC) DARI LOGAM ZIRKONIUM DAN INGOT PADUAN Zr-Mo-Fe-Cr SEBAGAI KANDIDAT KELONGSONG (CLADDING) BAHAN BAKAR NUKLIR

Beni Hermawan, Incik Budi Permana, Robi Martin, dan Misbahuddin Nur
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

ABSTRAK
Kebutuhan akan energi listrik saat ini terus meningkat. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) merupakan salah satu sumber energi listrik yang cukup efisien dibandingkan dengan sumber energi listrik lainnya. PLTN memerlukan suatu pengamanan yang lebih, salah satunya adalah pengamanan kelongsong (cladding) bahan bakar nuklir. Dalam kerja praktek ini, telah diuji ketahanan logam zirkonium dan Paduan Zr-Mo-Fe-Cr sebagai kelongsong bahan bakar terhadap korosi pada temperatur 550oC selama 24 jam, dengan dialiri uap air. Hasil uji korosi mengunakan Magnetic Suspension Balance (MSB) menunjukkan bahwa Paduan Zr-Mo-Fe-Cr mempunyai ketahanan korosi lebih besar dibandingkan dengan logam zirkonium. Mikrostruktur permukaan logam zirkonium dan Paduan Zr-Mo-Fe-Cr yang terkorosi dikarakterisasi dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dan X-Ray Difractometer (XRD).

Kata kunci : PLTN, cladding, korosi, logam zirkonium, Paduan Zr-Mo-Fe-Cr